20 Hal yang Menjadi Kebanggan Indonesia

1.Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia
yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) . Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

2. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia
dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

3. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
* Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
4. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak,
yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

5. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia
adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

6. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia,
yaitu : Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

7.Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

8.Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

9.Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambing supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

10. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia
(20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.

11. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian,
yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
12. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis
(plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

13. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

14. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.

15. Biodiversity Anggrek terbeser didunia :
6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

16. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia.
Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

17. Binatang purba yang masih hidup
: Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bias mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

18. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia.
Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
19. Memiliki primata terkecil di dunia ,
yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

20. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia
yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

sumber : inpogue.com

6 Orang yang Menginspirasi Dunia

1. Nick Vujicic, Tubuh Bonggol Berkeliling Dunia

Nick Vujicic lahir tanpa lengan maupun kaki. Maka, tubuh pemuda berusia 26 tahun yang notabene hanya berupa batang tubuh itu bagaikan bonggol yang berkepala. Meski demikian, itu tak menghentikan hobi Nick bermain sepak bola, golf, berenang, dan berselancar—tambahan lagi ia gemar melanglang buana untuk menunjukkan “keanehannya” itu kepada dunia.
Nick memiliki kaki kecil dan sepasang jari mungil di bagian pinggang kirinya. Ini membantu keseimbangan sekaligus memampukannya menendang obyek—itulah mengapa Nick gemar bermain bola. Dengan kaki yang sama, Nick menggunakannya untuk menulis dan mengambil sesuatu.

2. Kisah Nando Parrado di pegunungan andes

Bulan Juli tahun 1977, Nando Parado seorang pemuda 20 an tahun kal itu, pemain rugby, beserta kawan-kawan satu timnya berangkat dari Montevideo Paraguay menuju ke Peru untuk melakukan pertandingan rugby melawan tim rugby dari negara itu. Dalam perjalanan ke Peru itu, pesawat yang mereka tumpangi jatuh di Pegunungan Andes. Dalam kecelakaan ini, tidak semua penumpang tewas. Mereka yang bertahan hidup inilah yang akhirnya harus melewati pertarungan batin yang mengerikan dan tidak dapat mereka bayangkan sebelumnya, hingga akhirnya dari 46 enam penumpang pesawat yang tersisa hanya 32 orang yang dapat diselamatkan dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.
Setelah pesawat fairchild yang mereka tumpangi itu terjatuh diatas pegunungan Andes, para penumpang yang selamat harus berthan hidup di atas pegunungan es itu. Selama berhari-hari mereka berharap datang pertolongan, tapi betapa sedih dan kecewanya mereka setelah mendengar berita di radio bahwa pemerintah Paraguay telah memutuskan untuk menghentikan proses pencarian korban dikarenakan mereka memprediksikan sudah tidak ada lagi orang yang selamat dalam kecelakaan itu. Mereka sangat terpukul dengan berita itu. Apalagi Nando Parado yang dalam kecelakaan itu telah kehilangan 2 orang yang dicintainya yaitu Ibunya dan kakak perempuannya. Namun Nando bertekad untuk tidak mau menyerah, demi cintanya kepada sang Ayah yang mungkin saat itu sedang sedih dan kebingunan mencari dirinya, akhirnya Nando memberanikan diri untuk memimpin regu itu mencari pertolongan ke desa terdekat.

3. Jessica Cox, Wanita Pertama Menerbangkan Pesawat dengan Kaki


SEMANGAT Jessica Cox mengatasi kekurangannya patut diteladani semua orang. Gadis cantik berusia 25 tahun ini terlahir tanpa tangan, namun sejak kecil ia mendapat bimbingan orangtuanya untuk melakukan banyak hal, termasuk hidup mandiri tanpa tergantung pada orang lain.
Hasilnya luar biasa, sarjana psikologi ini berhasil mengukir berbagai prestasi mengagumkan. Dia bukan hanya pandai menyetir mobil,ia juga ahli
bela diri.
Bahkan Jessica berhasil meraih lisensi pilot sehingga ia menjadi wanita pertama tanpa dua tangan yang berhasil menjadi pilot pesawat terbang. Mengagumkan karena semuanya dilakukan dengan kedua kakinya.
Orang melihatnya sebagai kemalangan, cantik tetapi tidak memiliki dua tangan. Namun, Jessica tidak kehilangan semangat. Untuk mendandani dirinya, dia melakukannya sendiri dengan kedua kakinya. Misalnya memakai lipstik, eye shadow.
Dia memang terlatih mandiri sejak kecil, termasuk menulis atau mengetik di komputer dengan memanfaatkan kedua kakinya.
Sang ibu mengaku samasekali tidak merasakan kelainan saat hamil Jessica.
Dokter pun tidak mengatakan apa pun. Kedua orangtuanya luar biasa kaget ketika anaknya lahir tanpa tangan. Tidak ada yang salah dalam kehamilan saya. Dokter tidak mengatakannya. Juga tidak ada tanda-tanda anak saya akan bermasalah. Semua berjalan sempurna sampai akhirnya saya melahirkan, ungkap ibunya.
Meski terasa pedih, orangtuanya menerima apa adanya anak yang diberikan Tuhan untuk mereka. Mereka merawat Jessica dengan penuh kasih sayang dan menyertakan anaknya di berbagai kegiatan. Beruntung, Jessica tumbuh cerdas dan ceria. Oleh orangtuanya dia disekolahkan di sekolah umum sampai akhirnya menjadi sarjana psikologi.
Di luar itu dia punya seabrek kegiatan. Jessica mempunyai banyak bakat dan mampu memanfaatkannya dengan baik berkat dorongan orangtua dan orang-orang yang bersimpati padanya.
Jessica pemegang ban hitam taekwondo, dia juga pandai menari.
Kini dia menjadi penceramah dan konsultan yang memberikan motivasi. Jessica Cox bertempat tinggal di Tuscon, Arizona, AS. SIM mobil maupun izin mengemudikan pesawat telah dimilikinya.
Dia mempunyai tiga guru yang melatihnya menerbangkan pesawat udara kelas ringan, Ercoupe. Dia mengikuti kursus pesawat 3 tahun, sementara normalnya hanya 6 bulan, sampai akhirnya keluar lisensi terbang setelah memenuhi syarat 89 jam terbang.
Hasil yang didapat Jessica bisa memotivasi penyandang cacat lainnya
untuk tidak takut berlatih menerbangkan pesawat.
Lisensi Jessica diperoleh di Able Flight, perusahaan pelatihan penerbangan North Carolina yang khusus menolong orang cacat belajar terbang. Jessica mendapat kesempatan kursus di sana dengan cuma-cuma di bawah bimbingan Parrish.

4. Sean Swarner Pendaki Gunung Everest


Sean Swarner yang didiagnosis dengan tahap lanjutan 4 Hodgkin's Lymphoma, jenis kanker. Sangat meletihkan setelah chemo dan radiasi perawatan, dia pergi ke pengampunan. Pada saat ia 15 tahun, Sean yang didiagnosis dengan Askins bisul kanker. Terjadi tumor ukuran bola golf yang pada paru-paru kanan. Jenis kanker ini memiliki 6% menilai hidup. Sean adalah satu-satunya orang di dunia pernah didiagnosis dengan kedua jenis kanker.


5. Randy Pausch menginspirasi ribuan orang dalam pidato nya


Dr. Randy Pausch adalah dosen komputer di University of Virginia, Amerika Serikat. Tahun 2006 lalu, ayah tiga anak bergelar Ph.D ini didiagnosis menderita kanker pankreas akut. Sebuah operasi bedah yang dilakukan pada tanggal 19 September 2006 gagal menyembuhkan kanker tersebut. Di bulan Agustus 2007, Dr. Pausch harus menerima kenyataan pahit bahwa meski dari luar fisiknya tampak sempurna, namun kankernya sudah sangat ganas dan hidupnya tinggal tersisa tiga hingga enam bulan lagi. Orang kebanyakan mungkin akan patah arang dan meratapi nasibnya, tetapi tidak dengan Randy.
Ia mulai menyiapkan sebuah pidato tentang mengejar cita-cita dalam hidup. Mengejar Lentera Jiwa. Ia ingin agar orang-orang melihat betapa seorang Randy Pausch yang hidupnya akan segera merakhir pun masih penuh semangat dan determinasi untuk membuat hidupnya berarti, dan ia ingin agar orang-orang terinspirasi untuk mengejar cita-cita mereka masing-masing. Pada tanggal 18 September 2007, ia memberikan pidatonya di Carnegie Mellon University, tempat ia mendapatkan gelar doktornya. Dalam waktu singkat, kisah mengharukan Randy Pausch menyebar ke seantero Amerika. Rekaman pidato bertajuk "The Last Lecture" tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari enam juta kali di Youtube. Sebulan kemudian, ia tampil di Oprah, membawakan versi pendek dari pidatonya tersebut.

6. Ben Underwood : Melihat tanpa mata


Ben Underwood dilahirkan di Riverside California pada 26 Jan 1992, tentu saja seorang bayi yang sangat sehat. Ia tidak pernah ke rumah sakit ataupun dokter, Aku tidak mampu ingat tanggal yang pasti, tetapi pada suatu waktu di bulan Pebruari 1992 aku mencatat bahwa mata kanan nya memperlihatkan suatu cahaya ganjil. Matanya terlihat seperti mata seekor kucing ketika tertimpa cahaya terang. Pada usia dua tahun, Aku membawanya ke dokter ahli penyakit anak-anak, dan dia dengan seketika mengirim aku untuk memeriksakannya kepada dokter mata. Hasil pengujian adalah Bilateral Retinoblastoma (kanker pada kedua mata). Inilah saat dimulai masa tahun cobaan.
Mata kanan Ben, total telah digerogoti kanker, perlu diangkat dan dilanjutkan dengan tindakan chemo dan radiasi untuk mencoba menyelamatkan mata kiri, Hasilnya gagal. Itulah saat saya menyadari bahwa saya harus membuat keputusan untuk hidup anak saya atau saya kehilangan dia. Tentu saja saya akan meminta dia hidup dalam kondisi apapun.(lebih lanjut cerita dari Aquanetta (kisah ibu Ben : benunderwood).

Senyuman Terakhir....


                                                          


Mentari baru menampakkan sinarnya di pagi ini, belum sampai terbit setinggi tongkat namun hiruk pikuk dari kota Kediri sudah begitu ramai. Ya, hari ini tepatnya hari Senin tanggal 9 Januari 2011 hari pertamaku semester II di salah satu sekolah terfavorit di Kediri dimulai. Semalam aku sudah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan hari ini, karena aku tak ingin ada hal kecil yang membuat aku terlambat. Aku begitu bersemangat untuk masuk sekolah karena sudah 2 minggu aku tidak bertemu dengan mereka.
            Indah, begitulah orang memanggilnya. Dan selama sekolah di MATRIK ini aku mempunyai tiga orang sahabat yang sudah ku kenal hampir 3 tahun ini. Mereka adalah Sabik, teman sebangku ku sendiri. Nikmah dan Mifta yang duduk didepan ku.
            Tak terasa hari masuk pertamaku sekolah begitu cepat berlalu. Mungkin karena lama tak bertemu dengan mereka, seakan saat ngobrol pun seolah waktu tidak mau berputar. Bel pulang pun berbunyi, dengan sangat tak rela kita harus mengakhiri hari pertama ini. Namun aku sudah tidak sabar untuk menyambut esok hari.
            Keesokan harinya sekolah sudah masuk seprti biasa. Semua kegiatan belajar aktif dimulai hari ini. Namun, karena baru awal masuk kami sekelas masih belum terbebani dengan banyak tugas. Kami pun menjalani dengan santai.
            Satu minggu sudah hari berlalu, dan tugas-tugas pun akhirnya menghampri kami para siswa kelasku semester 6 yang seharusnya sudah fokus dengan UNAS.  Awal pekan ini kami disambut dengan tugas kelompok kimia yang harus dikumpulkan dalam pekan esok, dan ternyata aku satu kelompok dengan sahabat-sahabatku.  Yakni Sabik, Nikmah, Mifta dan ada dua orang lagi, yakni Ulum dan satunya aku belum tahu persis.  Sejak 3 tahun lalu namun aku juga belum begitu akrab dengan keduanya.
            Bel pulang sekolah berbunyi, tanda pelajaran telah usai. Kepalaku sudah tidak mampu berfikir dan menerima pelajaran. Bagaimana tidak,walaupun masih satu minggu kita masuk namun tugas sudah menumpuk dan makalah-makalah harus selesai pekan ini juga. Itu yang selalu membuatku lelah dan pusing.
 Kami berenam berencana untuk kelompok mengerjakan tugas Kimia di rumahku hari minggu esok. Aku sempat membaca daftar nama yang menjadi teman sekelompokku. Ternyata ada satu siswa  lagi yang menjadi kelompokku. Yakni Adib.
 “Hah.... Adib?kok tumben aku sekelompok dengan dia?”tanyaku pada Sabik dengan terkejut.
            “Ya, kan di acak pembagian kelompoknya.”jelas Sabik padaku.
“O...tapi mereka udah tau kan kalau nanti kita ngerjain tugas bareng-bareng dirumahku?”tanyaku pada Nikmah, Sabik dan Mifta. Kayaknya sich udah...Soalnya Adib tadi sempat tanya padaku dan kayaknya mereka juga udah tau daerah rumahmu.”jelas Nikmah.
“Syukur dech kalo gitu...!”ucapku.

Keesokan harinya setelah semua berkumpul di rumah Indah,tinggal adib dan ulum yang belum datang.kami semua menunggu mereka.
“Adib ma Ulum mana ya...?padahal kita tadi kan udah janjian jam 3 tepat?napa jam segini mereka juga belum datang?”cerucus Mifta yang mulai kesal.
“Jangan-jangan...mereka nyasar lagi?”duga Nikmah.
“Alahh... ya nggak mungkinlah,mereka kan cowok,lagian mereka tadi udah bilang ke aku kalao udah tau daerah sini!”tutur Mifta sambil meyakinkan kami bertiga.
“Hmm...ya...moga ja gitu.”gumamku.
“Ech...ngomong-ngomong bahan yang akan kita kerjakan nanti kan dibawa mereka? Nanti kalo mereka gag jadi dateng gimana nasib kita?”tanya Sabik dengan bahasa yang nampak gelisah.
“Mereka pasti datang kok...berfikir positif aja!”kataku supaya membuat mereka tenang.
 Tak lama kemudian bel rumahku berbunyi.
“Ech...mungkin itu mereka??”duga Mifta.
 Aku bergegas lari menuju pintu depan rumahku. Pintu mulai kubuka dengan perlahan. Nampak seorang berkaos merah,bersepatu cats dan tangannya membawa sebuah papan seluncur. Akupun terkejut melihatnya.
“Ech...ngapain lo bengong?”getaknya.
Tiba-tiba suara itu membukakan lamunanku.
“Emm...nggak papa kok Dib! Kamu Adib kan?”jawabku dengan tenang agar ia tidak tau bahwa aku sempat kagum melihat penampilannya.
“Ayo...cepetan masuk... dari tadi ditunggu anak-anak lho!!”ajakku padanya.
“Ok....”jawab Adib dengan santai.
“Dia memang keren,cakep,tinggi,putih bisa dibilang sempurna penampilannya.. . Namun,kata-katanya kurang sopan!”gerutuku dalam hati.
“Ech...Adib dari mana ja lo?? Nggak kurang lama telatnya??”cerocos Nikmah pada Adib dengan wajah yang nampak kesal.
“Sorry..sorry.Gue tadi masih ada acara...!”jelas Adib pada kami berempat.
“Ya udah dech...daripada ribut,langsung kita kerjain aja tugasnya!”ajakku pada mereka.
Dan tak sampai maghrib,tugas kelompok kita selesai. Akhir pekanpun datang,namun besok senin kita sudah disambut Try Out pertama.
“Anak-anak...dipersiapkan! Besok itu adalah hari pertama kalian Try Out selama 3 tahun duduk di bangku SLTA ini. Jangan lupa berdoa. Ya sudah...semua boleh pulang. Jangan lupa besok masuk jam 07.00 tidak boleh telat!” nasihat kepala sekolah menjelang Ujian Nasional untuk kelas XII.
Pagi-pagi aku pergi ke sekolah diantar Mas Bagus .Setiba di sekolah,tiba-tiba Adib menghampiriku.
“Emm...Ndah!udah belajar?” tanya Adib padaku.
“Iya...gitu dech.he!” jawabku sambil cengar- cengir.
Tit...tit...tit. Bel masuk berbunyi.
“Ech...udah bel tuh...yuk masuk kelas!” ajakku padanya.
Sebelum ku membuka soal, aku berdoa dalam hatiku semoga Allah memberi kelancaran padaku. Sejujurnya hatiku sangatlah tegang. Tapi, keteganganku ku tutupi dengan keyakinan bahwa aku pasti bisa.
Setelah selesai, aku mulai melangkahkan kakiku keluar kelas. Ku lihat teman-teman sedang membicarakan soal-soal tadi.
            “Ndah...”tiba-tiba suara Sabik mengagetkan lamunanku.
            “Aduhh...ada apa sich??ngagetin aja!”kesalku.
            “Lagian ngapain juga sich...kok nglamun gitu?hmm...lagi nglamunin siapa hayyo?lagi nglamunin Adib ya!!”ujar Sabik.
            “Ngapain kok Adib...?” tanyaku kesal.         
            “Habisnya,Adib sering nanyain lo...tau gag aku dulu gak sengaja membaca buku diarinya yang ada di laptop waktu di kelas. Disitu dia nulis bahwa dia lagi suka sama cewek kelas XII-A3 yang bernama Indah...!”jelas Sabik panjang lebar padaku.
            “Gue???”teriakku.
“Aduhh...gak usah keras-keras donk!! emank gue tuli apa?” sahut Sabik.
Sesampainya di rumah aku selalu teringat perkataan Sabik di sekolah tadi.
“Apa benar ya...yang dikatakan Sabik tadi??” pikirku dalam hati.
“Aku jadi kepikiran terus....walaupun sudah sampai di rumah seolah kata-kata Sabik masih terngiang di kepalaku dengan jelas. Dan aku terus meyakinkan diriku dengan kejadian yang tak bisa ku percaya tadi.
“Apa benar Adib suka aku??”tanyaku pada hatiku sendiri untuk memastikan dan aku harap ucapan Sabik tadi hanya lelucon belaka.
Tak terasa waktu semester begitu cepat. Dan kini kami sudah disibukkan dengan UAN yang sesungguhnya setelah hampir lima kali kita diuji dengan soal Try Out yang hasilnya ada yang membanggakan dan tak jarang yang mengagetkan.
Hari ini adalah hari terakhir kami masuk kegiatan KBM. Seperti biasanya sebelum senin besok kami harus berjuang untuk menghasdapi UAN. Namun, hari ini tepatnya sabtu 29 Februari 2011 kami pulang sekitar pukul 10.00 WIB. Karena bapak dan ibu guru kami maksimal dalam mengerjakan soal UAN besok senin. Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB dan kami sekelas dengan perasaan yang bercampur aduk saling berdoa bersama untuk kelulusan kita, saling berjabat tangan untuk meminta maaf dan saling memberi selamat. Tak lupa aku juga memberi semangat untuk ketiga sahabatku.
“Bik,Mif,Nik....Jangan lupa ya,ntar malam sholat tahajud. Agar kita senantiasa diberi kemudahan dan jangan lupa belajar yang serius.”kataku panjang lebar pada mereka bertiga.
“Iya juga Ndah...kamu juga ya!!”bales Nikmah dengan suara yang agak serak.
“Semangat...!!” timpakku buat mereka berdua.
Setelah selesai berbincang sedikit dengan mereka bertiga,aku bergegas pulang setelah ku dengar bel berbunyi.
Di depan pintu kelas ku lihat Adib yang duduk termenung. Dalam hati aku mulai teringat perkataan Sabik tentang perasaan Adib padaku dan sampai sekarangpun ku belum tau jawabnya.
Dengan sedikit ragu, ku sapa dia sebelum aku bergegas pulang.
“Dib, kok tumben sendirian?”tanyaku ke dia.
“Iya, lagi pengen sendiri aja,hehe.”jawab Adi dengan bercanda.
“Gimana...dah siap kan buat besok senin?”tanyaku lagi ke Adib.
“Iya...doain ya!!”jawab Adib dengan nada sedikit memelas.
“Iya,buat kita semua satu sekolah lulus 100%!!”jawabku dengan semangat.
“Eh,,,dah dulu ya,aku mau pulang.”kataku terburu-buru kepada Adib.
“Hati-hati di jalan...”Adib membalas pamitku tadi.
Satu bulan berlalu...
UAN pun dapat kami lalui dengan baik. Dan alhamdulillah hari ini pengumuman UAN telah keluar. Setelah menunggu satu bulan lebih. Dan kami semua lulus 100%. Sorak-sorai para siswa terdengar bahagia. Tak lupa acara PERPISUM pun datang.
 Besuk adalah hari perpisahan kelas XII. Dan hari ini undangan akan dibagikan untuk wali murid dan murid. Tiba-tiba di depan kelas aku melihat Sabik,Nikmah dan Mifta. Lalu aku berjalan menghampiri mereka.
“Hey...kalian mau kemana??”t anyaku.
“Oya...kebetulan lo ada disini. Yukk...kita jalan!” ajak Mifta padaku.
“Udah...ayo ikuut!!!” lanjutnya sambil memaksaku.
Tanpa basa-basi aku mengikuti mereka. Ternyata mereka sedang cari gaun untuk perpisahan nanti.
“Ini bagus nggak...?” tanya Mifta padaku.
“Bagus kok...!” tanggapanku pada mereka.
Setelah menemukan gaun yang cocok,kami bertiga pulang. Keesokan harinya,ara orang tua mulai memasuki gedung dan mengikuti acara ceremanial. Setelah selesai  wali murid dipersilahkan pulang dengan membawa hasil nilai anaknya. Rasanya aku ingin menghampiri ibuku dan ingin melihat hasil nilaiku. Namun, kuurungkan niatku karena kulihat ibuku sedang terburu-buru dan mungkin lebih baik di rumah saja aku melihatnya.
Tiba-tiba wanita setengah baya berkebaya merah fanta datang menghampiriku.
“Ini nak Indah...ya?” tanyanya penasaran.
“Iya buu...maaf ibu ini siapa?kok bisa tau nama saya?” tanyaku.
“Emm...o..ya saya lupa, kenalkan saya ibunya Adib. Adib pernah cerita tentang Nak Indah. Ternyata benar ya yang dikatakan Adib kalau Nak Indah itu orangnya ramah,sopan,cantik lagi...”ujarnya.
“Ahh...ibu ini bisa saja!”ucapku dengan penuh rasa malu.
“La emang kenyataannya seperti itu lo nak...” ucap ibu Adib tidak mau kalah.

Setelah perkenalan itu, kami berdua pun ngobrol di sudut belakang tempat duduk para tamu sambil menikmati hidangan yang disediaakan pihak sekolah. Dalam percakapan itu ibunya Adib bilang bahwa Adib banyak cerita tentangku selama ini. “Adib itu selama ini suka sama kamu nak Indah” kata ibu Adib kepadaku. Dan dengan terkejut aku pun reflek berkata “Haa? Yang benar buk?” seakan aku tidak bisa percaya dengan kata – kata ibunya Adib, seakan hatiku terkoyak mendengar kata – kata beliau. Dengan tubuh yang lemas lunglai aku bertanya kepada ibu Adib “Lha Adib sekarang kemana bu?” tanyaku karena penasaran ingin tahu semua ini dari Adib. “Adib sudah pulang duluan nak, katanya mau mengurus berkas penting buat kuliah.” Sahut ibunya dengan lemah lembut. Tak lama setelah ibunya Adib berucap, tiba – tiba beliau menerima telepon “Halo..? Ini siapa?” tanya ibunya dengan sopan. Terdengar suara dari seberang berkata “Apa benar ini dengan orang tua Adib?”. “Iya.., benar ini saya ibunya” sahut Ibu Ni’mah. “Saya mau memberitahukan bahwa anak ibu yang bernama Adib saat ini sedang di rumah sakit, dia mengalami kecelakaan dan sopir bus yang menabrak tidak bertanggung jawab” seru suara dari luar. Dan tak terasa handphone Ibu Adib terjatuh, wajahnya berubah menjadi pucat pasi. Dengan ragu aku bertanya kepada beliau “Ada apa bu? Ada apa dengan Adib?” tanyaku penasaran. “Anu nak, … Adib sekarang di rumah sakit dia mengalami tabrak lari” jawab ibu dengan lemas. Dan sekarang tubuhku pun lemah lunglai, tak percaya akan kabar yang diterima oleh ibunya.
Beberapa saat kemudian kami berdua telah sampai di rumah sakit tempat Adib dirawat. Dengan tergesa – gesa kami segera segera menuju ke ruang Adib dirawat dan dia di dalam kamar itu, aku melihat sosok yang sangat aku kenal terbujur kaku dengan bantuan selang pernapasan di hidungnya. Dengan sedikit ragu dan rasa tak percaya aku menghampiri dia yang masih koma. Disampinya telah ada ibunya yang tadi datang bersamaku sembari menangis tersedu – sedu. Dan aku pun berjalan menghampirinya hingga tepat berada di samping Adib berbaring.
Setelah beberapa saat kami menunggu Adib siuman akhirnya dia pun siuman. Dengan senyum simpul kami sangat bahagia mengetahui Adib telah tersadar. “Dib,… kamu sudah siuman nak!!” tanya ibunya kepada Adib dengan air mata yang mengalir di pipi merah beliau yang sudah terlalu lama menangis. Dengan suara pelan Adib pun berucap “Bu, Indah mana?.”
“Ini nak Indah, dia ada di sampingmu” jawab ibu Adib dengan suara lembut. Dan dia pun menengok ke arahku dengan lemas.
“Ndah..” katanya padaku dengan suara lirih.
“Iya, ada apa Dib?” balasku padanya.
“Ndah…, aku sayang kamu” ucap Adib dengan suara lemah dan air mata tak terasa menetes di pipinya.
“Iya Dib.., aku sudah tahu, Ibu kamu sudah cerita semua padaku” jawabku dengan air mata yang tak terasa juga mengalir di pipiku. Kulihat Adib tersenyum simpul mendengar jawabku.
Dan akhirnya aku melihat senyum manis Adib lagi. Namun, senyum manis itu tak bertahan lama, karena tak lama kemudian dia berucap “Allah” dan langsung tak bernapas lagi untuk selamanya. Dan itulah senyum terakhir Adib untukku. Dia telah kembali ke Rahmatullah. Aku menangis sejadi – jadinya di samping tubuhnya yang telah terbujur kaku tanpa napas.
Aku tak percaya peristiwa kecelakaan yang sangat singkat tadi bisa menghilangkan nyawanya, aku tak bisa menyalahkan siapa – siapa. Ini sudah takdir yang kuasa. Namun, aku kecewa mengapa ada sopir yang dalam keadaan mengantuk tetap mengemudi bus. Hingga merusak ketertiban lalu lintas di jalan dan mengakibatkan nyawa seseorang melayang . dia lah orang yang selama ini mencintaiku tanpa ku tahu sebelumnya sampai hari ini. Dan setelah ku tahu semua langsung darinya, dia sudah tiada.
 

Sate Ayam Pak Siboen Kediri


Nama Siboen, diambil dari pendirinya adalah Pak Siboen, kakek pemilik Sate Ayam Siboen yang terletak di jalan Panglima Sudirman No. 134 Kediri. Awal buka sate bukannya di Kediri, melainkan di kota asalnya Ponorogo tahun 1939. Karena pada saat tahun tersebut secara ekonomi kurang menguntungkan untuk berdagang, P. Siboen keluar dari Ponorogo Pada tahun 1952, pindah ke Kota Blitar sebagai penggembala kuda sempat dilakoninya sampai tahun 1953, kemudian pindah ke Tulung Agung, di kota ini P. Siboen mencoba lagi untuk berdagang sate ayam.
Di Kota Tulung Agung P. Siboen berdagang sate sampai tahun 1957, kemudian pindah ke Kota Kediri dengan berjualan keliling dengan menggunakan pikulan, pertama berjualan sate ayam tepatnya di jalan stasiun, kemudian dengan bertambahnya pelanggan P. Siboen pindah berjualan di emperan Toko Tornado di Jl. P. Sudirman. Dengan ketekunan berusaha dan keringat mengkristal P. Siboen menuai kesuksesan, karena begitu banyaknya pelanggannya P. Siboen di bantu oleh saudara-saudaranya, P. Kartosenen & P. Tumiran, Ibu Misirah & Ibu Bibit, karena pada saat itu tidak kenal namanya karyawan, yang di kenalnya pemerdayaan saudara selain itu mungkin untuk melestarikan filsafat jawa " mangan gak mangan sing penting kumpul" dengan berkembangnya sate P. Siboen lantas saudara-saudara P. Siboen membuka Depot sate ponorogo dengan merek dagang yang sama, Sate Ponorogo Pak Siboen.
Sekarang, Sate Ponorogo Pak Siboen tersebar di berbagai kota. Begitu panjang sejarah kesuksesan Sate Ayam Ponorogo, ternyata kesuksesan itu bukan di raih dengan sekecap perlu ketekunan dan kesabaran sehingga apa yang di raihnya Insya Allah akan langgeng. Terbukti Sate Ayam P. Siboen sekarang di kelola oleh generasi ke 3, dengan pengembangan baik dari produksi sampai pengemasan dan magemen dan terbukti sampai pada generasi ke 3, Sate Ayam P. Siboen mencoba untuk di waralabakan.

Terbang Bebas


Inginku terbang bebas ke angkasa tanpa ada apapun yang menghalangi....
menggapai asa yang selama ini ada dalam angan, yang sampai saat ini masih juga belum bisa terwujud...
mungkin ungkapan itulah yang akan diucapkan oleh oarang yang punya impian besar saat ini ataupun di masa lalunya, dan begitu jugapun denganku.

 Terkadang kita ingin meraih impian kita dengan cara langsung tanpa melewati suatu rintangan, padahal yang justru menjadi kenikmatan dari kesuksesan impian yang kita raih adalah adanya rintangan yang membuat kita hampir menyerah untuk meraih asa itu. Ada sebuah pepatah yang bilang "berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian" ya, ungkapan itu sudah sangat sering terdengar di telinga kita, tapi mungkin hanya lewat saja di telinga kita. Namun, pepatah ituy amat benar bagiku.. Jika kita memang benar-benar merasakan kenikmatan akan impian yang uda bisa kita raihdengan perjuangan yang tak mudah dan hampir putus asa saat meraihnya, namun begitu semua tlah menjadi kenyataan semua keputus asaan itu akan terbayarkan dengan indahnya impian itu.

Kawan, jangan pernah kau meraih impianmum dengan cara langsung tanpa engkau melewati rintangan dan perjuangan terlebih dahulu, karena saat engkau jatuh dan dan bangkit kembali engkau akan tau kenikmatan terbesar dalam hidupmu. Dan jangan pernah engkau berhenti berdo'a kepada ALLAH yang Maha Kuasa dalam keadaan apapun, karena Allah akan melihat kesungguhan niatmu dengan melihat seberapa sabar engkau akan terus meminta dan meminta ke padaNYA sampai Ia akan mengabulkannya. Dan bersyukurlah akan setiap ni'mat yang di berikanNYA kepadamu, sekecil apapun itu, dan jika engkau berdo'a kepada yang Maha Agung 
jangan lupa mintalah selalu yang terbaik untukmu dan orang lain. Karena apa yang menurutmu baik belum tentu yang terbaik untukmu. Dan semoga apa yang ku tulis ini bisa bermanfaat.

Antara keinginan dan kenyataan


Saat kau termenung sendiri di keheningan malam, pernahkah kau berfikir tentang apa yang pernah kau alami dan apa saja yang ingin kau raih. Namun, apa yang kau rasakan ketika apa yang ingin kau raih harus bertentangan dengan kenyataan yang saat ini sedang kau alami, entah dari segi pribadi, keluarga atau keadaan sosial yang mengharuskanmu sedikit menciutkan keinginan tersebut???

Ada kalanya kita terus melangkah untuk meraihnya, namun tak banyak juga diantara kita yang justru harus berfikir ribuan kali apakah dia akan melanjutkan keinginannya itu atau hanya sekedar berangan-angan apakah aku bisa mencapainya??? . Mungkin keadaan memeng tak selamanya harus berpihak kepada kita, ada kalanya kita juga harus menyadari bahwa mungkin dii balik apa yang telah terjadi kepada kita ada sebuah hikmah besar yang kita belum diizinkan untuk mengetahuinya oleh Sang pencipta yang Agung. Terkadang kita juga pernah mengalami bahwa apa yang diinginkan oleh orang tua kita bertolak belakang dengan apa yang kita inginkan, dan kita harus makan buah simalakama saat mengetahui hal itu.

Apakah kita akan mengikuti keinginan orang tua kita atau kita tetap melanjutkan cita-cita kita tersebut. Namun, jika aku boleh jujur... aku ingin sekal membahagiakan orang tuaku dan sebisa mungkin mengikuti apa yang beliau inginkan. Jika memang aku sanggup untuk melakukan apa yang beliau inginkan dan membuatnya bangga atas hal itu, Insyaalah aku akan melakukan dengan semampuku. Namun, jika apa yang beliau inginkan melebihi kapasita yang ku miliki, aku akan coba memberi penjelasan kepada mereka bahwa aku ingin di bidang yang lain dan Insyaallah aku bisa sukses dengan do'a restu keduanya.  Dan ku yakin bahwa beliau tau mana yang terbaik untukku karena mereka sudah terlebih dahulu mengecap pahit manisnya hidup ini, jadi sebisa mungkin ku ingin membuat mereka bangga dan tersenyum sembari berkata "inilah anakku, yang kudidik dengan penuh kasih sayang".

RSS feed

About This Site